Jumat, 20 Mei 2011

OSPEK DI KAMPUS FKIP SEJARAH UNSYIAH

OSPEK DI KAMPUS FKIP SEJARAH UNSYIAH

Kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru atau lebih dikenal dengan istilah ospek, suatu kegiatanperkenalan antara Junior dan Senior. Sebagian beranggapan bahwa  ospek  itu menakutkan di karenakan ada kekerasan. Sebenarnya tidak ada yang musti ditakutkan selama ospek , karena para senior pun tidak akan melakukan tindakan yang terlalu berlebihan. Senior tidak mungkin melakukan kekerasan terhadap mahasiswa baru.  Di Fkip  Sejarah Unsyiah peraturan semacam itu sudah lama ditegakkan sehingga hal yang bersifat kekerasan tidak terjadi. Hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi Mahasiswa Fkip Sejarah Unsyiah di karenakan banyak pihak-pihak yang mendukung kegiatan  ospek tersebut.

Setiap fakultas maupun jurusan memiliki langkah tersendiri dalam melakukan kegiatan ospek dengan membawa nama lain dalam ajang penerimaan mahasiswa baru sehingga pihak-pihak kampus yang tidak mendukung sulit mengetahuinya, dalam penerimaan mahasiswa mahasiswa baru kontribusi senior kepada junior sangat besar baik dalam program mata kuliah secara onlen, pengisian KRS, Pengurusan KTM, pengurusan ATM, pengambilan Armamater dan sebagainya. untuk lebih mengenal senior mahasiswa baru di suruh tugas bermacam-macam, minta tanda tangan senior, ada yang disuruh berlari, bernyanyi, dan sebagainya. pastinya setiap jurusan tersebut pasti punya perbedaan bermacam-macam, dan memiliki tujuan tertentu untuk dilakukan laksanakan. mengenai waktu yang di laksanakan pelaksanaan di Fkip Sejarah Unsyiah selama 3 hari 2 malam di tempat tertentu yang dekat dengan masyarakat dan dekat dengan di situs sejarah, mahsiswa junior sejarah berperan aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut guna mengetahui situs sejarah dan ajang perkenalan antara senior dan junior yang di ibaratkan dengan kakak dan adek guna memper erat tali silaturrahmi.

Pelaksanaan ospek bukan ajang balas dendam, tetapi ospek adalah ajang mendidik mahasiswa baru terhadap peranan mahasiswa sebagai agen perubahan. Sebagai mahasiswa Sejarah bangga dengan melaksanakan kegiatan ospek di karenakan sudat mejadi Adat  dan Budaya di sejarah turun-temurun dari generasi ke generasi. junior tidak hanya di suruh yang aneh-aneh tetapi juga di tanamkan sifat kekeluargaan, Pemberian materi tentang organisasi dan juga cara belajar yang baik. Hal ini terbukti antara senior dan junior sangat dekat emosional karena ospek dan adap sopan santun antara mahasiswa dengan dosen. Beberapa dosen mengatakan mengatakan mahasiswa yang tidak ikut ospek banyak yang tidak punya Adap. Ospek memang melelahkan tapi menyenangkan guna memproleh ilmu, mengasah pikiran, menghilangkan gugup ketika berbicara di depan umum apalagi calon guru harus bisa berbicara di depan umum. pengalaman ospek sangat berkesan di sepanjang kisah-kisah di kampus Fkip Sejarah Unsyiah jantong Hate Rakyat Aceh.

JANGAN LUPA