Sabtu, 22 Oktober 2011

Mesjid Penampaan, Mesjid Tertua di Gayo Lues

Mesjid Asal Penampaan merupakan mesjid tertua di Kabupaten Gayo Lues. Usianya sudah lebih 800 tahun. Dibangun oleh para ulama yang membawa Islam ke daerah seribu bukit tersebut. 
Mesjid Penampaan
Mesjid Asal Penampaan di Gampong Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. (Harian Aceh/Anuar Syahadat)
Azan yang berkumandang di Mesjid Asal Penampaan itu terdengar menggema, lokasinya tak jauh dari sudut kota Blangkejeren, tepatnya di Gampong Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.
Menurut perkiraan masyarakat setempat, bangunan mesjid ini telah berusia lebih 800 tahun, walau sudah tua tapi masih tampak kokoh, kini mesjid itu telah direnovasi bagian depan dan belakang diperlebar sehingga tampak indah dan anggun, namun bangunan lama tetap terjaga keasliannya.
Dari cerita rakyat yang turun temurun, mesjid ini dilatarbelakangi dengan masuknya Islam ke Aceh oleh para bangsa Persia melalui jalur perdagangan, kala itu ketika Islam jaya di Negeri Aceh, masyarakat antusias membangun sarana ibadah, mulai dari mesjid hingga ke Pondok tempat pengajian. Bahkan, masjid asal ini diyakini dibangun oleh sejumlah para wali Allah, dan mesjid ini juga erat hubungannya dengan Kerajaan Linge.
Bentuk bangunan mesjid seluruh Aceh memiliki kesamaan, pantas saja anggapan masyarakat Gayo Lues, antara Mesjid Asal Penampaan dengan Mesjid Demak dan Masjid Tgk Di Kandang (Peulanggahan – Banda Aceh) ada kemiripan, yang atapnya terdiri dari rajutan ijok, dan seluruh tiang-tiang bangunan dari bahan kayu yang sama.
Bercerita tentang asal muasal mesjid ini, sedikit agak misterius, bahkan para bilal mesjid hanya dapat memberikan keterangan cerita turun temurun, tanpa dilengkapi dengan bukti-bukti sejarah. Menurut keterangan bilal mesjid Asal Penampaan Abdullah (53) dan tokoh masyarakat setempat M. Arwan (40) beberapa hari yang lalu, mesjid ini dibangun oleh empat para wali dalam tenggat waktu yang singkat, setelah mesjid berdiri, lalu ditinggalpergi tanpa diketahui jejak para wali itu.
Hingga saat ini, Mesjid Asal Penampaan diyakini Masjid Keramat. Masyarakat yang hendak bersedekah, atau ingin melepaskan niatnya, biasanya datang pada hari Jumat, selain warga Gayo Lues, warga dari Aceh Tenggara dan kabupten lainya juga sering berkunjung ke mesjid ini untuk melepaskan nazarnya. (Anuar Syahadat)

http://harian-aceh.com/2011/09/14/mesjid-penampaan-mesjid-tertua-di-gayo-lues

JANGAN LUPA